Resiko Penyakit Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi pada penyandang diabetes dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Deteksi dini perlu dilakukan untuk melihat seperti apakah kondisi ginjal seorang diabetes.

Penyakit diabetes yang menyebabkan resiko pada gagal ginjal yang kemudian racun menyebar ke seluruh tubuh termasuk organ penting, seperti jantung dan paru-paru. Penyakit diabetes pada beberapa orang ada yang menyebabkan tekanan darah menjadi rendah.

Penderita diabetes diwajibkan menjaga pola makannya, antara lain pantang menyantap durian, nangka dan daging kambing.

Penyebab Terbanyak Cuci Darah

Ginjal merupakan organ tubuh yang sangat vital. Ia berperan menyaring darah, menghasilkan hormon, menjaga keseimbangan asam basa, dan sebagainya. Kerja organ yang berbentuk seperti kacang merah ini dapat terganggu oleh berbagai hal yang akan memicu penyakit ginjal, mulai dari infeksi hingga pada tidak berfungsinya ginjal atau yang biasa kita sebut gagal ginjal.

Gangguan ginjal itu dapat terjadi sebagai salah satu komplikasi kerusakan pembuluh darah akibat tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes. Selain menyebabkan gangguan ginjal, diabetes berpeluang menyebabkan berbagai komplikasi, misalnya penyakit kardiovaskular dan stroke, gangguan penglihatan sampai kebutaan, gangren pada kaki sampai terjadi amputasi, dan impotensi yang umumnya terjadi pada pria.

Pasien diabetes kerap menderita gagal ginjal. Bahkan, diabetes merupakan penyebab utama penyakit gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis (cuci darah). Dari seluruh penderita yang mengalami hemodialisis 45% merupakan penderita Diabetes Mellitus.

Ironisnya prevalensi diabetes terus meningkat. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan, sekitar 177 juta orang diseluruh dunia menyandang diabetes, sebagian besar adalah diabetes tipe-2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi, dalam 25 tahun ke depan, penyandang diabetes menjadi 300 juta orang. Di Asia, hampir 60% dari penyandang diabetes tipe 2 menderita nefropati diabetes.

Diabetes ditandai dengan kadar gula yang tinggi, melebihi batas normal. Tingginya kadar gula terjadi karena ketidakmampuan kelenjar pankreas di dalam tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Hormon ini berfungsi menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Ketika orang banyak mengkonsumsi minuman atau makanan manis, tubuh akan membutuhkan lebih banyak hormon insulin untuk menurunkan kadar gula.

Pada awalnya tubuh masih bisa melakukan kompensasi dengan memproduksi hormon insulin lebih banyak. Namun, bila berlangsung terus-menerus dalam waktu lama, tubuh akan kekurangan insulin untuk mengimbangi kadar gula yang masuk melalui makanan dan minuman manis yang berlebihan. Terjadilah diabetes, yang kalau tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ginjal.

Wajarlah bila penderita diabetes diminta sungguh-sungguh untuk mewaspadai komplikasi kronis akibat penyakit gula ini. Pada sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yaitu RSCM, tercatat ada sekitar kurang lebih 20-30 persen pasien penderita diabetes tipe 1 dan 2 yang mengalami nefropati diabetik dan sepertiganya menjalani hemodialisis atau cuci darah.

Menurut Dr. Budiman neuropati diabetik merupakan gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagai catatan, ginjal terdiri atas jutaan unit penyaringan memiliki membran atau selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring tersebut.

Gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran ke urin (albuminuria). Hal itu berpengaruh buruk pada ginjal.

Malang tak dapat ditolak pada mereka yang menyandang DM tipe 1. Penyandang DM 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar 5-15% diabetes tipe 2 juga beresiko mengalami kondisi tersebut.

Gangguan ginjal dapat menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin maka zat racun tertimbun. Tubuhpun menjadi bengkak dan dapat beresiko kematian. Selain berfungsi sebagai ekskresi, ginjal juga memproduksi hormon eritropoietin yang berfungsi memproduksi sel darah merah. Gangguan di ginjal dapat menurunkan hormon tersebut sehingga menyebabkan anemia.


=====================================

>>> Kapsul Sambiloto Mengobati Kencing Manis / Diabetes, Menormalkan Kadar Gula Darah, Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Mengatasi Bronchitis & Radang Amandel, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Diabetes and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>