Retinopati Diabetik

50% pasien yang menderita diabetes selama 10 tahun hampir bisa dipastikan akan menderita Retinopati Diabetik.

Kencing manis memang berdampak pada banyak komplikasi. Kencing manis merupakan salah satu penyakit yang cukup serius pada mata. Kelainan mata yang dapat terjadi akibat kencing manis antara lain adalah katarak, glaukoma, dan retinopati diabetik. Di Negara maju, kelainan retinopati diabetik merupakan salah satu penyebab kebutan utama dan banyak menyerang penderita pada usia produktif.

Angka kejadian Retinopati Diabetik bergantung pada lamanya menderita diabetes. Faktanya 50% pasien yang menderita diabetes selama 10 tahun hampir bisa dipastikan menderita Retinopati Diabetik. Diseluruh dunia penyakit ini merupakan penyebab kebutaan kelima tertinggi setelah Katarak, Glaukoma, Age-related Macular Degeneration (AMD), dan kekeruhan kornea.

Retinopati diabetik adalah komplikasi dari penyakit kencing manis pada mata akibat rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina. Retina adalah bagian mata tempat fokusnya cahaya yang telah melewati lensa mata. Cahaya yang telah terfokus akan membentuk bayangan dan gambar inilah yang dibawa ke otak melalui saraf optik. Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina maka bayangan yang dikirim menjadi kabur.

Umumnya penderita kencing manis lebih dari 15 tahun telah mengalami kerusakan pada pembuluh darah matanya, tetapi hanya sebagian kecil yang mengalami retinopati diabetika yang serius dan lebih sedikit lagi yang menjadi buta. Namun demikian, retinopati diabetika tetap merupakan salah satu penyebab kebutaan yang harus diwaspadai.

Agar retinopati tidak cepat menjadi berat perlu dilakukan kontrol ketat gula darah. Selain itu tekanan darah dan fungsi ginjal yang baik juga dapat memperbaiki keadaan retinopati diabetik. Penderita kencing manis juga dianjurkan untuk tidak merokok.

Pada tahap awal, retinopati diabetik tidak memiliki gejala atau hanya menyebabkan gangguan mata ringan. Namun lama-kelamaan, bisa berujung pada kebutaan. Retinopati diabetik biasanya mempengaruhi kedua mata.

Gejala retinopati diabetik adalah :

1. Bintik-bintik mengambang pada penglihatan
2. Penglihatan kabur atau tidak fokus
3. Garis-garis gelap merah yang menghalangi penglihatan
4. Sulit melihat pada malam hari
5. Penglihatan hilang sama sekali/buta

Penanganan Retinopati Diabetik

Kadang-kadang diperlukan pengobatan laser pada penderita diabetes. Tujuan pengobatan laser adalah untuk menstabilkan dan mencegah progesivitas penyakit menjadi lebih buruk. Dalam prosedur ini, sinar laser yang berenergi kuat difokuskan dalam retina yang rusak. Panas dari laser akan menghentikan perdarahan dengan menutup pembuluh darah yang bocor dan membentuk jaringan parut kecil dalam mata. Jaringan parut ini mengurangi pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan membantu merekatkan retina mata bagian belakang. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa pengobatan laser tidak selalu memperbaiki penglihatan, tetapi mungkin dapat menghentikan proses kerusakan yang terjadi.

Pada keadaan tertentu perlu dilakukan pengobatan bedah vitrektomi. Tindakan bedah ini dilakukan bila penglihatan menjadi kabur karena vitreus (cairan bola mata) berisi darah dan tidak dapat jernih kembali secara alamiah. Selain itu, pembedahan vitrektomi juga dilakukan bila retinopati diabetika menyebabkan retina lepas sehingga harus dilakukan pembedahan untuk melekatkan kembali retina yang lepas.

Mencegah Retinopati Diabetik

Diagnosis dini retinopati diabetik merupakan cara perlindungan terbaik terhadap cacat penglihatan. Walaupun belum ada keluhan gangguan penglihatan, sebaiknya penderita diabetes sekurang-kurangnya memeriksakan diri ke dokter spesialis mata setahun sekali. Bila telah terdeteksi retinopati diabetika maka pemeriksaan secara rutin harus dilakukan lebih sering lagi. Penderita diabetes harus memeriksakan mata secara teratur untuk mendeteksi lebih dini adanya retinopati diabetik. Jika retinopati bisa terdeteksi secara dini dan mendapatkan pengawasan yang ketat, maka penanganan bisa dilakukan dengan efektif. Sebaliknya, jika retinopati baru terdeteksi pada tahap lanjut, ujungnya bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan dan kebutaan.

Retinopati Diabetik

garisCara Pemesanan Obat Diabetes

Obat Diabetes Tradisional, Herbal dan Alami Untuk, Membantu Pengobatan Penyakit Diabetes, Mengurangi Gejala Kencing Manis dan Membantu Menurunkan Gula Darah Tinggi

Harga Obat Diabetes

Obat Diabetes Herbal, Obat Diabetes Alami

Obat Diabetes Herbal, Obat Diabetes Alami

Harga Obat Diabetes 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

garis

Paket Hemat Obat Diabetes Tradisional dan Herbal

Paket Hemat Obat Diabetes Tradisional dan Herbal

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan Cepat Obat Diabetes:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Diabsulin Obat Diabetes, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Diabetes

Diabetes Melitus (DM) jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan berbagai komplikasi, misalnya penyakit radiovaskular dan stroke, gangguan fungsi ginjal sampai gagal ginjal, gangguan penglihatan sampai kebutaan, gangren pada kaki sampai terjadi amputasi, dan impotensi yang umumnya terjadi pada pria. Jika kadar glukosa darah dapat dikendalikan dengan baik, diharapkan semua komplikasi tersebut dapat dicegah, paling tidak dihambat.

Gejala Nefropati Diabetik :

• Bengkak di kaki dan wajah
• Mual
• Lesu
• Nyeri kepala
• Sering cegukan
• Berat badan menurun

Pencegahan Dini

Sebetulnya, penyakit gagal ginjal dapat dicegah jika tanda-tandanya diketahui sejak dini. Oleh karena itu, pada mereka yang memiliki resiko tinggi terkena penyakit gagal ginjal, seperti penderita diabetes, identifikasi gejala awal penyakit ini lalu dilanjutkan dengan terapi yang sesuai merupakan faktor yang sangat penting. Mikroalbuminuria, merupakan tanda awal yang dapat berlanjut menjadi penyakit gagal ginjal diabetes.

Tahap mikroalbuminuria ditandai dengan keluarnya 30 mg albumin dalam urin selama 24 jam. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berlanjut terus sampai tahap gagal ginjal terminal. Oleh karena itu pada penyandang diabetes harus melakukan pemeriksaan kadar mikroalbuminuria secara rutin. Tes ini dapat dilakukan dengan melakukan pengumpulan urin selama 24 jam di laboratorium untuk estimasi Albumin Excretion Rale (AER), pengukuran ekskresi albumin berlebih.

Pengobatan sejak dini memang dapat menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit ginjal. Kenyataannya, penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makro-albuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).

Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah. Terapi tersebut dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Obat yang digunakan yaitu penyekat ACE atau penghambat reseptor angiotensin (ARB). Selain itu, dilakukan pengendalian kadar gula darah dan pembatasan asupan protein (0,6 – 0,8 gram per kilogram berat badan perhari).

Mencegah selalu lebih baik. Selagi rutin memeriksakan kondisi ginjalnya. Penyandang nefropati diminta untuk menghindari zat yang dapat memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti-inflamasi nonsteroid serta obat yang belum diketahui efek sampingnya.

6 Tips Mencegah & Memperlambat Kerusakan Ginjal

Berikut adalah 6 tips yang bisa dilakukan untuk mencegah dan memperlambat kerusakan ginjal:

1. Kontrol glukosa darah.

Kontrol gula darah, merupakan hal utama, terutama untuk pasien diabetes. Ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam manajemen gula darah, seperti pengetahuan pasien, pola makan, dan aktivitas fisik.

2. Kontrol tekanan darah.

Mengontrol tekanan darah, merupakan faktor yang tak kalah penting. Tekanan darah sistolik dipertahankan dibawah 130 mmHg dan dibawah 80 mmHg untuk tekanan diastolik.

3. Lakukan Diet asupan protein.

Pada penderita diabetes dan gagal ginjal, konsumsi protein yang berlebihan akan berbahaya. Para ahli merekomendasikan penderita gagal ginjal harus mengonsumsi protein sesuai dengan diet yang direkomendasikan dan sebaiknya menghindari diet tinggi protein. Untuk orang dengan fungsi ginjal yang sudah sangat berkurang, diet rendah protein dapat membantu menunda gagal ginjal. Namun, siapapun yang melakukan diet rendah protein harus berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan nutrisi yang cukup.

4. Hindari obat-obatan yang bersifat merusak ginjal.

Demi menjaga kesehatan ginjal, hindari penggunaan obat antinyeri yang tergolong nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) secara serampangan. Terutama bila digunakan bersama penghambat ACE. Hati-hati pula dalam mengonsumsi aspirin.

5. Kontrol kadar kolesterol.

Kontrol kolesterol, merupakan hal yang tak dapat diabaikan. Bagi penyandang diabetes, nilai LDL kolesterol dijaga di bawah 70 mg/dL.

6. Setiap bulan lakukan periksa urin untuk memonitor nefropati.

Sebaiknya dilakukan konsultasi secara regular pada ahli khusus untuk deteksi dini kemungkinan terjadinya komplikasi akibat diabetes. Lakukan setelah DM lebih dari 5 tahun.

Komplikasi Diabetes

garisCara Pemesanan Obat Diabetes

Obat Diabetes Tradisional, Herbal dan Alami Untuk, Membantu Pengobatan Penyakit Diabetes, Mengurangi Gejala Kencing Manis dan Membantu Menurunkan Gula Darah Tinggi

Harga Obat Diabetes

Obat Diabetes Herbal, Obat Diabetes Alami

Obat Diabetes Herbal, Obat Diabetes Alami

Harga Obat Diabetes 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

garis

Paket Hemat Obat Diabetes Tradisional dan Herbal

Paket Hemat Obat Diabetes Tradisional dan Herbal

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan Cepat Obat Diabetes:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Diabsulin Obat Diabetes, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , | Leave a comment

Resiko Penyakit Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi pada penyandang diabetes dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Deteksi dini perlu dilakukan untuk melihat seperti apakah kondisi ginjal seorang diabetes.

Penyakit diabetes yang menyebabkan resiko pada gagal ginjal yang kemudian racun menyebar ke seluruh tubuh termasuk organ penting, seperti jantung dan paru-paru. Penyakit diabetes pada beberapa orang ada yang menyebabkan tekanan darah menjadi rendah.

Penderita diabetes diwajibkan menjaga pola makannya, antara lain pantang menyantap durian, nangka dan daging kambing.

Penyebab Terbanyak Cuci Darah

Ginjal merupakan organ tubuh yang sangat vital. Ia berperan menyaring darah, menghasilkan hormon, menjaga keseimbangan asam basa, dan sebagainya. Kerja organ yang berbentuk seperti kacang merah ini dapat terganggu oleh berbagai hal yang akan memicu penyakit ginjal, mulai dari infeksi hingga pada tidak berfungsinya ginjal atau yang biasa kita sebut gagal ginjal.

Gangguan ginjal itu dapat terjadi sebagai salah satu komplikasi kerusakan pembuluh darah akibat tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes. Selain menyebabkan gangguan ginjal, diabetes berpeluang menyebabkan berbagai komplikasi, misalnya penyakit kardiovaskular dan stroke, gangguan penglihatan sampai kebutaan, gangren pada kaki sampai terjadi amputasi, dan impotensi yang umumnya terjadi pada pria.

Pasien diabetes kerap menderita gagal ginjal. Bahkan, diabetes merupakan penyebab utama penyakit gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis (cuci darah). Dari seluruh penderita yang mengalami hemodialisis 45% merupakan penderita Diabetes Mellitus.

Ironisnya prevalensi diabetes terus meningkat. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan, sekitar 177 juta orang diseluruh dunia menyandang diabetes, sebagian besar adalah diabetes tipe-2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi, dalam 25 tahun ke depan, penyandang diabetes menjadi 300 juta orang. Di Asia, hampir 60% dari penyandang diabetes tipe 2 menderita nefropati diabetes.

Diabetes ditandai dengan kadar gula yang tinggi, melebihi batas normal. Tingginya kadar gula terjadi karena ketidakmampuan kelenjar pankreas di dalam tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Hormon ini berfungsi menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Ketika orang banyak mengkonsumsi minuman atau makanan manis, tubuh akan membutuhkan lebih banyak hormon insulin untuk menurunkan kadar gula.

Pada awalnya tubuh masih bisa melakukan kompensasi dengan memproduksi hormon insulin lebih banyak. Namun, bila berlangsung terus-menerus dalam waktu lama, tubuh akan kekurangan insulin untuk mengimbangi kadar gula yang masuk melalui makanan dan minuman manis yang berlebihan. Terjadilah diabetes, yang kalau tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ginjal.

Wajarlah bila penderita diabetes diminta sungguh-sungguh untuk mewaspadai komplikasi kronis akibat penyakit gula ini. Pada sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yaitu RSCM, tercatat ada sekitar kurang lebih 20-30 persen pasien penderita diabetes tipe 1 dan 2 yang mengalami nefropati diabetik dan sepertiganya menjalani hemodialisis atau cuci darah.

Menurut Dr. Budiman neuropati diabetik merupakan gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagai catatan, ginjal terdiri atas jutaan unit penyaringan memiliki membran atau selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring tersebut.

Gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran ke urin (albuminuria). Hal itu berpengaruh buruk pada ginjal.

Malang tak dapat ditolak pada mereka yang menyandang DM tipe 1. Penyandang DM 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar 5-15% diabetes tipe 2 juga beresiko mengalami kondisi tersebut.

Gangguan ginjal dapat menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin maka zat racun tertimbun. Tubuhpun menjadi bengkak dan dapat beresiko kematian. Selain berfungsi sebagai ekskresi, ginjal juga memproduksi hormon eritropoietin yang berfungsi memproduksi sel darah merah. Gangguan di ginjal dapat menurunkan hormon tersebut sehingga menyebabkan anemia.

Resiko Penyakit Diabetes

garisCara Pemesanan Obat Diabetes

Obat Diabetes Tradisional, Herbal dan Alami Untuk, Membantu Pengobatan Penyakit Diabetes, Mengurangi Gejala Kencing Manis dan Membantu Menurunkan Gula Darah Tinggi

Harga Obat Diabetes

Obat Diabetes Herbal, Obat Diabetes Alami

Obat Diabetes Herbal, Obat Diabetes Alami

Harga Obat Diabetes 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

garis

Paket Hemat Obat Diabetes Tradisional dan Herbal

Paket Hemat Obat Diabetes Tradisional dan Herbal

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan Cepat Obat Diabetes:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Diabsulin Obat Diabetes, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , | Leave a comment