Pengendalian Diabetes

Diabetes merupakan [enyakit iskemik yang berjalan kontinu dan lama, dan merupakan penyakit yang paling banyak komplikasinya. Oleh karena itu, diabetisi memang suka atau tidak, harus mau diperiksa dan harus mengerti arti hasil laboratorium dan pemeriksaan fisik secara berkala yang mencerminkan kondisi tubuh pada saat pemeriksaan. Hasil pemeriksaan itu juga untuk melihat apakah sudah ada komplikasi dan sejauh mana perkembangan komplikasi tertsebut. Seperti untuk semua kegiatan, ada penilaian yang diberikan untuk keberhasilannya, yaitu bisa dinilai baik, buruk atau sedang-sedang saja. Demikian pula dengan pengendalian diabetes.

Biasanya pada hal-hal lain angka tinggi menujukkan nilai yang lebih baik. Akan tetapi pada pengendalian diabetes, justru angka  yang menjadi lebih rendah menunjukkan nilai yang lebih baik .

Kita semua menyadari bahwa kalau melakukan sesuatu, kita harus melakukannya bertahap, tidak sekaligus langsung jadi. Contoh yang mudah ialah saat masak nasi goreng. Ada langkah-langkahnya. Demikian langkah-langkah (istilah akademiknya algoritma) dalam pengendalian diabetes. Langkah-langkah yang saat ini banyak diikuti adalah langkah pertamanya adalah penggunaan non-farmakologis, yaitu life style yang terdiri dari diet dan olahraga, ditambah obat metformin. Kemudian, apabila setelah 2 bulan gula darah belum terkendali baik, ditambahkan salah satu OHO lain, yaitu sulfonylurea, TZD, acarbose, atau suntikan insulin basal. Algoritma yang klasik dan masih dianut secara luas adalah seperti ini, tetapi metformin tidak diberikan pada langkah pertama . Insulin hanya diberikan jikalau OhO sudah maksimal.  Ada pula algoritma klasik dengan sedikit modifikasi, antara lain dengan pemakaian metformin XR yang relative baru.

Biasanya pengobatan diabetes tidak dihentikan walaupun gula darah sudah terkendali karena keadaan gula darah yang terkendali itu adalah berkat kerja obat diabetes  yang telah diberikan. Satu hal yang sering dilakukan dokter adalah mengurangi dosis obat jika dianggap perlu.

Pengendalian diabetes salah satnya juga dapat dilakukan dengan senam kaki. Senam kaki bertujuan untuk memperlancar peredaran darah ke kaki dan menghindari kekakuan otot. Senam dapat dilakukan dengan duduk, sambil tiduran, atau berdiri dengan cara sebagai berikut:

  1. Memutar-mutar pergelangan kaki kea rah luar dan dalam secara ritmik
  2. Menekuk dan meluruskan jari-jari kaki secara irama
  3. Berdiri dengan mengangkat kedua tumit bertumpu pada  ujung depan jari kaki sambil berjongkok dan berdiri.

Senam ini harus dilakukan secara teratur, dalam keadaan santau dan sambil dinikmati. Olahraga sangat bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi. Olahraga pada penderita diabetes harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip CRIPE atau FIDT. Keamanan dan keselamatan pada saat olahraga ditujukan agar tidak terjadi perlukaann dan hipoglikemia, olahraga tidak memetingkan beratnya tetapi lebih mementingkan jenis olahraga yang dipilih dan keteraturan pelaksaannya.

 

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Diabetes

Namanya juga penyakit! Karena itu, diabetes harus diobati. Apakah dalam mengobati diabetes kita hanya cukup berurusan dengan gula darah? Ternyata tidak hanya itu. Keadaan-keadaan lain yang menyertai dan komplikasi yang sudah terjadu, sedapat mungkin, juga harus kita obati. Diabetes bia diibaratkan sebuah mobil, yaitu apabila pada mobil adakerusakan kecil yang tidak segera diperbaiki, lama kelamaan kalau mobil tetap dipakai kerusakan akan merembet ke bagian-bagian mesin yang lain. Akibatnya diperlukan menyeluruh dengan biaya yang sangat tinggi. Mobil rusak, bisa turun mesin dang anti onderdil. Nah kalau manusia, khususnya dengan diabetes? Walaupun gula darah sudah dapat dikendalikan dengan pengobatan diabetes melitus caranya adalah dengan pengendalian gula, paling tidak komplikasi tidak akan bertambah parah.

Pada diabetes, kelainan pertama yang menaikkan gula darah adalah ganguan pada pankreas dan resistensi insulin. Dalam perjalanannya khususnya kalau tidak segera diobati, akan cepat timbul kompliksi pada organ-organ lain. Keadaan ini sangat memberatkan. Jadi, bagaimana tekad atau tujuan pengobatan diabetes ?

Mengapa diabetes harus diobati? Diabetes membuat orang merasa hidup tidak sehat, lemas, lesu, tak bertenaga, dan kemampuan kerja menurun. Di samping itu, diabetes harus diobati karena bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang memberatkan. Kompliklasi lain membuat penyakit tamabh serat, juga menaikkan biaya hidup.  Tujuan pengobatan diabetes adalah :

  1. Membuat orang merasa sehat dan bertenaga kembali
  2. Mencegah timbulnya komplikasi
  3. Mengobati komplikasi yang sudah terjadi.

Yang membuat pengobatan diabetes ini terasa sukar adalah karena pengobatan itu harus diolakukan lama dan kontinu atau terus menerus, berjadwal, dan penuh disiplin. Tetapi, jangan takut, kata mereka yang sudah menjalani “kalau sudah biasa, tidak akan terasa berat”. Mengobati diabetes melitus itu lama, teratur, terjadwal dan perlu disiplin, terkadan akan mengubah pola hidup. Namun pada sebagian orang, peraturan itu malah jadi membosankan. Jika penderita itu tidak cukup mengerti alasan mengapa dia harus mengikuti aturan begini-begitu,a kan sukar baginya menaati peraturan tersebut sepenuhnya. Oleh karena itu, diabetisi harus dibekali dengan pengetahuan tentang diabetes.

Kewajiban dokter dan tim medislah yang harus membuat mereka mengerti, Dengan demikian, selain mengobati, memberikan edukasi alias penyuluhan tentang diabetes juga merupakan tugas seorang dokter.

Pengaturan makan berupa pilar terpenting bagi pengobatan penyakit  diabetes. Istilah yang lebih terkenal adalah diet. Jika Anda bijak. Anda pasti mau belajar mengenali makanan yang menyebabkan gula dara tinggi dan berusaha menghindari makanan tersebut. Selain makanan, diabetisi juga harus memantau makanannya. Orang cerdas pasti akan mencari minuman enak tetapi tidak bergula.  Baik diabetisi tipe-1 maupun tipe -2 tetap memerlukan semua bentuk zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat. Pengaturan makan maksudnya merancang sedemikian rupa makanan yang jumlahnya sesuai dengan kebutuhan sehingga insulin yang tersedia mencukupi. Disampinh itu, susunan zat gizinya sehat dan seimbang.

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Suntik Insulin Diabetes

Diabetes melitus menempati urutan ke-4 dalam peringkat penyakit pembunuh manusia. Sekitar 94 juta orang didunia menderita panyakit ini. Di Indonesia sendiri tercatat 2,5 juta orang dan diperkirakan akan terus bertambahan. Penyakit diabetes melitus ini ditandai dengan hiperglikemia(peningkatan kadar gula darah) secara terus menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Akibatnya kadar glukosa (gula sederhana) dalam darah sangat tinggi karena hormone insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak lagi bekerja dengan normal. Insulin sendiri berfungsi untuk mempertahankan kadar gula darah normal. Insulin juga memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energy atau disimpan sebagai cadangan energy. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan adalah suntik insulin diabetes.

Abnormalnya kerja hormone insulin menjadikan darah diabetes serat dengan glukosa yang kemudian oleh ginjal sebagai organ tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna dari darah dan air, dikeluatkan melalui urine. Urine yang mengandung banyak gula inilah yang mengundang kerumunan semut. Kerumunan semut du urine seseorang menjadi indicator bahwa orang tersebut menderita penyakit diabetes. Insulin adalah protein yang pada oranh normal dihasilkan oleh sel beta pankreas dan berperan untuk mengendalikan kadar gula darah tetap normal, dengan memperlancar pengangkutan glukosa ke dalam sel jaringan dan diisimpan dalam bentuk cadangan tenaga atau glikogen. Oleh karena berupa protei, maka insulin tidak dapat diberikan dalam bentuk tablet melalui mulut karena akan diurai oleh enzim pencernaan. Dengan demikian harus diberikan suntik insulin diabetes terutama dibawah kulit atau subcutan.

Mengobati diabetes dengan Insulin dapat diibaratkan anak kunci, glukosa tak dapat masuk ke ruang sel apabila terkunci dan anak kuncinya tidak ada. Kebutuhan total insulin per hari adalah 0.5 unit/kg berat badan, misal berat badan 60 kg, maka kebutuhan insulin 30 unit/hari. Proporsi insulin basal 40% dari seluruh kebutuhan.  Cara suntik insulin diabetes dilakukan ke dalam bawah kulit, dengan alat yang makin canggih dan mudah, jarum yang makin halus dan pendek, serta tidak nyeri. Tempat penyuntikkan dapat dilakukan di lengan, perut, atau paha. Penyntikan di datu tempat saja mungkin akan menyebabkan kulit menjadi tebal. Oleh karena itu, perlu dilakukan rotasi tempat penyuntikkan. Hingga 2008, insulin hanya dapat diberikan dalam bentuk suntikan. Namun sekarang ini orang sedang seibuk dengan mengembangkan insulin dalam bentuk tablet. Diharapkan dalam waktu tidak lama lagi insulin sudah dapat digunakan dalam bentuk tablet atau pil.

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Diabetes Alami

Setiap orang dapat mengetahui sejak dini kecenderungan terjangkitnya diabetes mellitus dengan cara meruntut silsilah keluarganya mulai dari kedua orangtua, nenek, kakek, buyut dan seterusnya.

Walaupun bukan dari keluarga yang ada riwayat diabetes mellitus akibat faktor keturunan setiap orang perlu tetap mewaspadainya. Caranya, dengan menghindari pola hidup tidak teratur, tidak bijaksana, sembarangan, bahkan sembrono terhadap kesehatan. Karena hal tersebut dapat menjadi pemnicu terjangkitnya penyakit diabetes mellitus.

Umumnya penderita diabetes tidak secara langsung mengetahui kapan dirinya mulai terjangkit diabetes. Namun, baru mengetahuinya setelah menjalani tes di laboratorium odan melihat kadar glukosa darahnya. Sangat bijaksana jika diabetes mellitus dapat diketahui dan diatasi sejak dini.

Caranya, dengan mengontrol pola makan, terutama menghindari makanan yang kandungan gulanya terlalu tinggi. Selain itu, mulai melaukan olaharga teratur secara rutin dan melakukan konsultasi dengan dokter.

Berikut ini ada beberapa tips mengatur pola makan bagi penderita diabetes :

1. Energi cukup sesuai dengan kebutuhan berdasarkan jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, berat badan, dan tinggi badan. Makanan dibagi dalam 3 porsi besar yaitu makan pagi (20%), makan siang(30%), makan malam (25%) dan 2-3 porsi kecil untuk makanan selingan (masing-masing 10-15%).

2. Lemak sedang 20-25 % dari total kebtuhan energi total. Dengan komposisi lemak jenuh < 10 %, lemak tak jenuh ganda 10%, sisanya lemak tak jenuh tunggal. Asupan kolesterol dibatasi < 300 mg per hari

3. Protein 10-15% dari total kebutuhan energi. Protein yang digunakann hendaknya yang memiliki nilai cerna tinggi.

4. Karbohidrat adalah sisa dari kebutuhan energi total, yaitu 60-70%.

5. Penggunaan gula murni dalam makanan dan minuman tidak diperbolehkan, kecuali jumlahnya sedikit sebagai bumbu.

6. Asupan serat 25 gr pr hari dengan mengutamakan serat larut dalam ari yang terdapat dalam sayuran dan buah. Konsusi menu seimbang memenuhi kebutuhan serta dalam sehari.

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Diabetes dari Tumbuhan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kejangkitan diabetes mellitus di seluruh dunia sangat di pengaruhi oleh gaya hidup.

Penyebab diabetes mellitus adalah kurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh atau terjadinya gangguan fungsi insulin yang sebebenarnya jumlahnya cukup. Kekurangan insulin disebabkan terjadinya kerusakan sebagaian kecil atau sebagaian besar sel-sel beta pulau langerhans dalam kelenjar pankreas yang berfungsi menghasikkan insulin.

Sejak jaman dahulu, diabetes telah diobati dengan obat-obatan alami dari tanaman. Penyelidikan ilmiah baru-baru ini telah mengkonfirmasi kemanjuran banyak tanaman dalam mengelola kadar gula darah penderita diabetes. Berikut adalah tiga di antaranya:

Brotowali (Tinaspora Crispa)

Tanaman brotowali mengandung senyawa aktif tinokrisposid berkhasiat mempercepat keluarnya glukosa melalui peningkatan metabolisme atau disimpan secara langsung sebagai lemak. Penelitian dari RS King Chulalangkorn di Thailand terhadap 36 pasien yang diberi ekstrak brotowali menunjukkan penurunan gula darah yang signifikan. Bagian yang paling sering digunakan dari brotowali adalah batang dan akarnya yang secara tradisional direbus untuk diminum. Uji klinis menunjukkan brotowali tidak beracun sehingga aman dikonsumsi.

Pare/Paria (Momordica charantia)

Pare atau paria adalah sayuran tropis dibudidayakan secara luas di Asia, Afrika dan Amerika Selatan, dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat diabetes. Pare mengandung steroid saponin yang dikenal sebagai charantin, peptida yang menyerupai insulin. Senyawa aktif ini meningkatkan regenerasi sel-sel, merangsang sekresi insulin di pankreas, dan merangsang penyimpanan glikogen di liver yang secara keseluruhan berdampak menurunkan gula darah pada pasien diabetes tipe 2.

Cara tradisional mengkonsumsi pare sebagai jamu adalah dengan memerasnya sebagai jus. Seperti brotowali, rasanya pahit sekali. Berhati-hati jangan terlalu banyak mengkonsumsi pare, karena dapat menyebabkan sakit perut dan diare. Minum dalam porsi sedikit, misalnya setengah gelas, namun teratur lebih baik bagi kesehatan. Selain itu, penderita diabetes yang mengkonsumsi obat hipoglikemik (seperti klorpropamid, glyburide, atau phenformin) atau insulin juga harus berhati-hati mengkonsumsi pare, karena dapat memperkuat efektivitas obat sehingga menyebabkan hipoglikemia berat.

Gymnema Sylvestre

Gymnema adalah tanaman merambat seperti sirih yang tumbuh di hutan tropis. Daunnya bulat telur (elips) dan bunganya berwarna kuning kecil berbentuk seperti lonceng. Bahan aktif tanaman ini, asam gymnemic, diekstrak dari daun dan akar, dan membantu menurunkan dan menyeimbangkan tingkat gula darah. Bentuk unik molekul asam gymnemic mirip dengan glukosa sehingga memungkinkannya mengisi reseptor sel pada lapisan usus untuk mencegah penyerapan molekul gula.

Ekstrak tanaman ini dapat menjadi pengganti yang sangat baik untuk obat penurun gula darah karena membantu pankreas memproduksi insulin pada diabetes tipe 2 (di mana tubuh penderita memproduksi terlalu sedikit insulin atau tidak mampu menggunakan insulin secara efisien). Gymnema juga meningkatkan kemampuan mengendalikan kadar gula darah pada diabetes tipe 1 dengan cara memperbaiki sel beta pankreas dan merangsang pembentukan insulin.

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Diabetes Mellitus

Pankreas merupakan kelenjar yang terletak di daerah perut bagian atas dan memiliki sebuah saluran menuju usus. Salah satu fungsi pankreas adalah menekskresikan enzim pencernaan. Enzim ini kemudian akan bercampur dengan makanan yang keluar dari lambung.

Tanap insulin, tubuh tidak dapat memanfaatkan makanan yang kita makan. Makanan dipecah di dalam lambung dan usus menjadi bahan kimia sederhana, seperti glukosa dan asam lemak yang berperan sebagai bahan bakar untuk segala aktivitas tubuh.

Untuk mencegah penyakit diabetes, para penderita diabetes disarankan untuk menjalani pola hidup sehat, berikut ini beberapa tips menjalani pola hidup sehat bagi diabetesi yakni :

1. Hindari makanan berlemak, junk food, makanan yang digoreng, makanan yang diawetkan dan makanan yang menggunakan gula pemanis buatan.

2. Turunkan berat badan bila Anda merasa kegemukan.

3. Konsumsi makanna yang mengandung serta tinggi dan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks.

4. Pilih  makanan selingan yang sehat

5. Hindari alkohol

6. Aktif berolahraga. Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu bila akan melakukan aktivitas olahraga

7. pantau kadar gula darah Anda secara teratur

8. Konsumsi makanan dalam jumlah tetap setiap hari

9. Hindari stres. Lakukan meditasi, yoga, wirid, atau pijat agar pikiran selalu tenang

10. Jangan melewatkan waktu makan, hal ini akan menyebabkan fluktuasi gula darah dan menghasilkan kadar gula darah yang rendah. Bawalah makanan ringan yang rendah gula untuk menghindari hal tersebut.

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Retinopati Diabetik

50% pasien yang menderita diabetes selama 10 tahun hampir bisa dipastikan akan menderita Retinopati Diabetik.

Kencing manis memang berdampak pada banyak komplikasi. Kencing manis merupakan salah satu penyakit yang cukup serius pada mata. Kelainan mata yang dapat terjadi akibat kencing manis antara lain adalah katarak, glaukoma, dan retinopati diabetik. Di Negara maju, kelainan retinopati diabetik merupakan salah satu penyebab kebutan utama dan banyak menyerang penderita pada usia produktif.

Angka kejadian Retinopati Diabetik bergantung pada lamanya menderita diabetes. Faktanya 50% pasien yang menderita diabetes selama 10 tahun hampir bisa dipastikan menderita Retinopati Diabetik. Diseluruh dunia penyakit ini merupakan penyebab kebutaan kelima tertinggi setelah Katarak, Glaukoma, Age-related Macular Degeneration (AMD), dan kekeruhan kornea.

Retinopati diabetik adalah komplikasi dari penyakit kencing manis pada mata akibat rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina. Retina adalah bagian mata tempat fokusnya cahaya yang telah melewati lensa mata. Cahaya yang telah terfokus akan membentuk bayangan dan gambar inilah yang dibawa ke otak melalui saraf optik. Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina maka bayangan yang dikirim menjadi kabur.

Umumnya penderita kencing manis lebih dari 15 tahun telah mengalami kerusakan pada pembuluh darah matanya, tetapi hanya sebagian kecil yang mengalami retinopati diabetika yang serius dan lebih sedikit lagi yang menjadi buta. Namun demikian, retinopati diabetika tetap merupakan salah satu penyebab kebutaan yang harus diwaspadai.

Agar retinopati tidak cepat menjadi berat perlu dilakukan kontrol ketat gula darah. Selain itu tekanan darah dan fungsi ginjal yang baik juga dapat memperbaiki keadaan retinopati diabetik. Penderita kencing manis juga dianjurkan untuk tidak merokok.

Pada tahap awal, retinopati diabetik tidak memiliki gejala atau hanya menyebabkan gangguan mata ringan. Namun lama-kelamaan, bisa berujung pada kebutaan. Retinopati diabetik biasanya mempengaruhi kedua mata.

Gejala retinopati diabetik adalah :

1. Bintik-bintik mengambang pada penglihatan
2. Penglihatan kabur atau tidak fokus
3. Garis-garis gelap merah yang menghalangi penglihatan
4. Sulit melihat pada malam hari
5. Penglihatan hilang sama sekali/buta

Penanganan Retinopati Diabetik

Kadang-kadang diperlukan pengobatan laser pada penderita diabetes. Tujuan pengobatan laser adalah untuk menstabilkan dan mencegah progesivitas penyakit menjadi lebih buruk. Dalam prosedur ini, sinar laser yang berenergi kuat difokuskan dalam retina yang rusak. Panas dari laser akan menghentikan perdarahan dengan menutup pembuluh darah yang bocor dan membentuk jaringan parut kecil dalam mata. Jaringan parut ini mengurangi pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan membantu merekatkan retina mata bagian belakang. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa pengobatan laser tidak selalu memperbaiki penglihatan, tetapi mungkin dapat menghentikan proses kerusakan yang terjadi.

Pada keadaan tertentu perlu dilakukan pengobatan bedah vitrektomi. Tindakan bedah ini dilakukan bila penglihatan menjadi kabur karena vitreus (cairan bola mata) berisi darah dan tidak dapat jernih kembali secara alamiah. Selain itu, pembedahan vitrektomi juga dilakukan bila retinopati diabetika menyebabkan retina lepas sehingga harus dilakukan pembedahan untuk melekatkan kembali retina yang lepas.

Mencegah Retinopati Diabetik

Diagnosis dini retinopati diabetik merupakan cara perlindungan terbaik terhadap cacat penglihatan. Walaupun belum ada keluhan gangguan penglihatan, sebaiknya penderita diabetes sekurang-kurangnya memeriksakan diri ke dokter spesialis mata setahun sekali. Bila telah terdeteksi retinopati diabetika maka pemeriksaan secara rutin harus dilakukan lebih sering lagi. Penderita diabetes harus memeriksakan mata secara teratur untuk mendeteksi lebih dini adanya retinopati diabetik. Jika retinopati bisa terdeteksi secara dini dan mendapatkan pengawasan yang ketat, maka penanganan bisa dilakukan dengan efektif. Sebaliknya, jika retinopati baru terdeteksi pada tahap lanjut, ujungnya bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan dan kebutaan.

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Diabetes

Diabetes Melitus (DM) jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan berbagai komplikasi, misalnya penyakit radiovaskular dan stroke, gangguan fungsi ginjal sampai gagal ginjal, gangguan penglihatan sampai kebutaan, gangren pada kaki sampai terjadi amputasi, dan impotensi yang umumnya terjadi pada pria. Jika kadar glukosa darah dapat dikendalikan dengan baik, diharapkan semua komplikasi tersebut dapat dicegah, paling tidak dihambat.

Gejala Nefropati Diabetik :

• Bengkak di kaki dan wajah
• Mual
• Lesu
• Nyeri kepala
• Sering cegukan
• Berat badan menurun

Pencegahan Dini

Sebetulnya, penyakit gagal ginjal dapat dicegah jika tanda-tandanya diketahui sejak dini. Oleh karena itu, pada mereka yang memiliki resiko tinggi terkena penyakit gagal ginjal, seperti penderita diabetes, identifikasi gejala awal penyakit ini lalu dilanjutkan dengan terapi yang sesuai merupakan faktor yang sangat penting. Mikroalbuminuria, merupakan tanda awal yang dapat berlanjut menjadi penyakit gagal ginjal diabetes.

Tahap mikroalbuminuria ditandai dengan keluarnya 30 mg albumin dalam urin selama 24 jam. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berlanjut terus sampai tahap gagal ginjal terminal. Oleh karena itu pada penyandang diabetes harus melakukan pemeriksaan kadar mikroalbuminuria secara rutin. Tes ini dapat dilakukan dengan melakukan pengumpulan urin selama 24 jam di laboratorium untuk estimasi Albumin Excretion Rale (AER), pengukuran ekskresi albumin berlebih.

Pengobatan sejak dini memang dapat menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit ginjal. Kenyataannya, penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makro-albuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).

Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah. Terapi tersebut dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Obat yang digunakan yaitu penyekat ACE atau penghambat reseptor angiotensin (ARB). Selain itu, dilakukan pengendalian kadar gula darah dan pembatasan asupan protein (0,6 – 0,8 gram per kilogram berat badan perhari).

Mencegah selalu lebih baik. Selagi rutin memeriksakan kondisi ginjalnya. Penyandang nefropati diminta untuk menghindari zat yang dapat memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti-inflamasi nonsteroid serta obat yang belum diketahui efek sampingnya.

6 Tips Mencegah & Memperlambat Kerusakan Ginjal

Berikut adalah 6 tips yang bisa dilakukan untuk mencegah dan memperlambat kerusakan ginjal:

1. Kontrol glukosa darah.

Kontrol gula darah, merupakan hal utama, terutama untuk pasien diabetes. Ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam manajemen gula darah, seperti pengetahuan pasien, pola makan, dan aktivitas fisik.

2. Kontrol tekanan darah.

Mengontrol tekanan darah, merupakan faktor yang tak kalah penting. Tekanan darah sistolik dipertahankan dibawah 130 mmHg dan dibawah 80 mmHg untuk tekanan diastolik.

3. Lakukan Diet asupan protein.

Pada penderita diabetes dan gagal ginjal, konsumsi protein yang berlebihan akan berbahaya. Para ahli merekomendasikan penderita gagal ginjal harus mengonsumsi protein sesuai dengan diet yang direkomendasikan dan sebaiknya menghindari diet tinggi protein. Untuk orang dengan fungsi ginjal yang sudah sangat berkurang, diet rendah protein dapat membantu menunda gagal ginjal. Namun, siapapun yang melakukan diet rendah protein harus berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan nutrisi yang cukup.

4. Hindari obat-obatan yang bersifat merusak ginjal.

Demi menjaga kesehatan ginjal, hindari penggunaan obat antinyeri yang tergolong nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) secara serampangan. Terutama bila digunakan bersama penghambat ACE. Hati-hati pula dalam mengonsumsi aspirin.

5. Kontrol kadar kolesterol.

Kontrol kolesterol, merupakan hal yang tak dapat diabaikan. Bagi penyandang diabetes, nilai LDL kolesterol dijaga di bawah 70 mg/dL.

6. Setiap bulan lakukan periksa urin untuk memonitor nefropati.

Sebaiknya dilakukan konsultasi secara regular pada ahli khusus untuk deteksi dini kemungkinan terjadinya komplikasi akibat diabetes. Lakukan setelah DM lebih dari 5 tahun.

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , , | Leave a comment

Resiko Penyakit Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi pada penyandang diabetes dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Deteksi dini perlu dilakukan untuk melihat seperti apakah kondisi ginjal seorang diabetes.

Penyakit diabetes yang menyebabkan resiko pada gagal ginjal yang kemudian racun menyebar ke seluruh tubuh termasuk organ penting, seperti jantung dan paru-paru. Penyakit diabetes pada beberapa orang ada yang menyebabkan tekanan darah menjadi rendah.

Penderita diabetes diwajibkan menjaga pola makannya, antara lain pantang menyantap durian, nangka dan daging kambing.

Penyebab Terbanyak Cuci Darah

Ginjal merupakan organ tubuh yang sangat vital. Ia berperan menyaring darah, menghasilkan hormon, menjaga keseimbangan asam basa, dan sebagainya. Kerja organ yang berbentuk seperti kacang merah ini dapat terganggu oleh berbagai hal yang akan memicu penyakit ginjal, mulai dari infeksi hingga pada tidak berfungsinya ginjal atau yang biasa kita sebut gagal ginjal.

Gangguan ginjal itu dapat terjadi sebagai salah satu komplikasi kerusakan pembuluh darah akibat tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes. Selain menyebabkan gangguan ginjal, diabetes berpeluang menyebabkan berbagai komplikasi, misalnya penyakit kardiovaskular dan stroke, gangguan penglihatan sampai kebutaan, gangren pada kaki sampai terjadi amputasi, dan impotensi yang umumnya terjadi pada pria.

Pasien diabetes kerap menderita gagal ginjal. Bahkan, diabetes merupakan penyebab utama penyakit gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis (cuci darah). Dari seluruh penderita yang mengalami hemodialisis 45% merupakan penderita Diabetes Mellitus.

Ironisnya prevalensi diabetes terus meningkat. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan, sekitar 177 juta orang diseluruh dunia menyandang diabetes, sebagian besar adalah diabetes tipe-2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi, dalam 25 tahun ke depan, penyandang diabetes menjadi 300 juta orang. Di Asia, hampir 60% dari penyandang diabetes tipe 2 menderita nefropati diabetes.

Diabetes ditandai dengan kadar gula yang tinggi, melebihi batas normal. Tingginya kadar gula terjadi karena ketidakmampuan kelenjar pankreas di dalam tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Hormon ini berfungsi menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Ketika orang banyak mengkonsumsi minuman atau makanan manis, tubuh akan membutuhkan lebih banyak hormon insulin untuk menurunkan kadar gula.

Pada awalnya tubuh masih bisa melakukan kompensasi dengan memproduksi hormon insulin lebih banyak. Namun, bila berlangsung terus-menerus dalam waktu lama, tubuh akan kekurangan insulin untuk mengimbangi kadar gula yang masuk melalui makanan dan minuman manis yang berlebihan. Terjadilah diabetes, yang kalau tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ginjal.

Wajarlah bila penderita diabetes diminta sungguh-sungguh untuk mewaspadai komplikasi kronis akibat penyakit gula ini. Pada sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yaitu RSCM, tercatat ada sekitar kurang lebih 20-30 persen pasien penderita diabetes tipe 1 dan 2 yang mengalami nefropati diabetik dan sepertiganya menjalani hemodialisis atau cuci darah.

Menurut Dr. Budiman neuropati diabetik merupakan gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagai catatan, ginjal terdiri atas jutaan unit penyaringan memiliki membran atau selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring tersebut.

Gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran ke urin (albuminuria). Hal itu berpengaruh buruk pada ginjal.

Malang tak dapat ditolak pada mereka yang menyandang DM tipe 1. Penyandang DM 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar 5-15% diabetes tipe 2 juga beresiko mengalami kondisi tersebut.

Gangguan ginjal dapat menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin maka zat racun tertimbun. Tubuhpun menjadi bengkak dan dapat beresiko kematian. Selain berfungsi sebagai ekskresi, ginjal juga memproduksi hormon eritropoietin yang berfungsi memproduksi sel darah merah. Gangguan di ginjal dapat menurunkan hormon tersebut sehingga menyebabkan anemia.

Posted in Obat Diabetes | Tagged , , , | Leave a comment